Tanjungbalai – Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, semua umat Islam di dunia yang tidak melaksanakan haji merayakan hari raya Idul Adha. Dimana pada hari itu umat Islam merayakannya dengan berqurban yakni menyembelih hewan qurban untuk kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah.  

“Qurban” berasal dari bahasa Arab yang berarti dekat. Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah Qurban bertujuan untuk menumbuhkan aneka nilai yang luhur bagi diri orang yang melaksanakannya, diantaranya nilai keikhlasan, nilai kesabaran, nilai kepatuhan, dan nilai perjuangan (pantang menyerah) dalam menjalankan suatu amanah.

Seluruh nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi spirit dalam kehidupan kita sehari-hari termasuk dalam peningkatan kinerja kita sebagai aparat peradilan. Dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, beberapa orang pegawai dan keluarga besar Pengadilan Agama Tanjungbalai menyisihkan sebagian hasil dari penghasilan yang diterimanya untuk membeli dan menyembelih hewan qurban tersebut.

Pada kesempatan kali ini Pengadilan Agama Tanjungbalai melaksanakan qurban pada Kamis, tanggal 22 Juli 2021 (12 Dzulhijjah 1442 Hijriyah). Adapun hewan qurban yang disembelih yaitu 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Daging Qurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat lingkungan kantor dan warga Pengadilan Agama Tanjungbalai. Namun, untuk mengantisipasi kerumunan pada saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ini, maka daging qurban dibagikan langsung oleh petugas tanpa menghadirkan masyarakat lingkungan setempat.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tersebut. Seluruh Keluarga Besar Pengadilan Agama Tanjungbalai ikut serta terlibat. Untuk pihak Bapak-bapak sibuk mengurusi pemotongan, pembagian dan kebersihan, sedangkan ibu-ibu bertugas mengurusi konsumsi untuk makan siang bersama.

Semoga kegiatan ini tetap dapat berlangsung pada tahun-tahun berikutnya, karena dapat memperkuat tali silahturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan serta kasih sayang kepada sesama. (Ags)